Sejarah Phytagoras

Sejarah Phytagoras

Pengetahuan yang kita dapatkan tentang perjalanan Phytagoras tidaklah banyak. Keterangan-keterangan yang samapai kepada kita  berasal dari penulis awal yang berlomba satu sama lain untuk membuat fabel-fabel terkait perjalanan yang dia lakukan, mulai dari kekuatan-kekuatan ajaibnya, serta terkait perjalanannya. Phytagotas dilahirkan antara tahun 580 dan 569 S.M di pulau Samos wilayah kekuasaan bangsa Aegea. Phytagoras dan pengikutnya mengenalkan studi mengenai bilangan-bilangan dalam bentuk abstrak dimulai pada abad ke-6 SM. Dia meninggalkan Samos dan tidak pernah kembali lagi sampai usia delapan belas tahun untuk belajar di Phonecia dan Mesir, dan dia mungkin telah memperluas perjalanannya ke arah timur hingga Babilonia. Phytagoras dikenal sebagai The Father of Number (bapak bilangan). Pgytagoras banyak sekali menyumbangkan karyanya dalam bidang filsafat dan ajaran keagamaan pada akhir abad ke-6 S.M. Kehidupan dan ajarannya tidak begitu jelas akibat kisah-kisah dan legenda buatan buatan mengenai dirinya. Phytagoras seorang filsuf yang menciptakan mazhab Phytagoreanisme di Crotona yang menjelaskan tentang ajaran yang substansial mengenail suatu benda merupakan bilangan dan seluruh gejala yang terjadi di jagat raya merupakan pengungkapan indrawi dari perbandingan-perbandingan matematis. Para pengikut Phytagoreanisme didapatkan sebuah dalail yaitu number rules the universe yang maksudnya bilangan mengatur (memerintah) jagat raya.

Phytagoras membuat sebuah sekolah yang mana sekolah tersebut mengarahkan pada bidang filsafat, politik dan religi. Terdiri atas 300 aristokrat muda, karakter dari sekolah ini mempunyai persaudaraan atau perkumpulan rahasia, dimana suatu orde yang terjalin erat tentang semua kebajikan duniawi dipertahankan secara bersama-seama. Sekolah tersebut mencoba secara tegas untuk mengatur diet dan cara hidup para anggotanya, dan memberlakukan metode pendidikan yang sama untuk semua, artinya tidak adanya perbedaaan ras dalam menyalurkan ilmunya. Siswa-siswa di sekolah tersebut berkonsentrasi pada 4 bidang matematika yaitu aritmatika, harmonia, geometria dan astrologia yang dikenal dengan Zaman Pertengahan  sebagai “Quadrivium”. Bertambahnya 3 mata pelajaran yaitu trivium logika , gramatika (tata bahasa),  retrotika. Ketujuh mata pelajaran ini merupakan mata pelajaran yang cocok untuk orang-orang berpendidikan.

Phytagoras memiliki pemikiran yang serba matematis yang kemudian menguasai pengetahuan manusia pada abad modern. Cara berpikir matematis muncul sebagai reaksinya dalam menentang kebenaran formal dan rasional yang justru tidak realistis.
Cara berpikir matematis tidak mudah mempengaruhi orang untuk diajak mencintai dunia yang ada, dunia kenyataan yang penuh dengan kepalsuan, kemunafikan dan kegagalan-kegagalan yang pahit.

Phytagoras dikenal sebagai ahli matematika karena dengan dalil phytagorasnya yang dirumuskan menjadi jumlah kuadrat dua sisi sebuah segitiga siku-siku sama dengan kuadrat sisi miringnya atau dapat dituliskan sebagai
a^2+ b^2= c^2

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Persentil, Percentil Ranks, dan Interpolasi

Materi dan Pembahasan Klasifikasi aksioma

Penjelasan Metode Subtitusi dan Eliminasi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel