SIFAT-SIFAT OPERASI BILANGAN BULAT



SIFAT-SIFAT OPERASI BILANGAN BULAT
1.      Penjumlah dan Pengurangan Bilangan Bulat
1.1    Sifat-sifat penjumlahan bilangan bulat
1.1.1.  Sifat tertutup :  a + b = n jika a dan b adalah bilangan bulat, maka n adalah bilangan bulat.
1.1.2.  Sifat komutatif : a + b = b + a
1.1.3.  Sifat assosiatif : (a + b) + c = a + (b + c)
1.1.4.  Unsur identitas penjumlahan adalah 0 :  Suatu bilangan bulat jika dijumlahkan dengan bilangan nol "0", maka hasilnya adalah bilangan bulat itu sendiri.
1.1.5.  Invers/lawan penjumlahan : Jika a adalah bilangan bulat, maka lawan dari a adalah -a yang jika saling dijumlahkan akan menghasilkan bilangan nol "0". a + (-a) = 0

a.       Model a + b = b + a
contoh : 24 + 13 = 13 + 24 = 37
b.      Model -a + b = b - a, jika b > a
contoh : -23 + 26 = 26 - 23 = 3
c.       Model -a + b = - (a - b), jika a > b
contoh : -24 + 8 = - (24 - 8) = 16

d.      Model a + (-b) = a - b
contoh : 23 + (-4) = 23 - 4 = 19
e.       Model -a + (-b) = - (a + b)
contoh : -68 + (-15) = - (68 + 15) = -83


1.2.   Sifat-sifat Pengurangan Bilangan Bulat
1.2.1.   Sifat Tertutup : Untuk setiap a, b anggota himpunan bilangan bulat, jika a – b = c maka c pasti anggota bilangan bulat.
1.2.2.   Unsur identitas pengurangan adalah 0 : Suatu bilangan bulat jika dikurangkan dengan bilangan nol "0", maka hasilnya adalah bilangan bulat itu sendiri.
1.2.3.   Pengurangan pada bilangan bulat tidak memiliki sifat komutatif dan sifat asosiatif. 
  

a.       Model a - (-b) = a + b
contoh : 23 - (-33) = 23 + 33 = 56
b.      Model -a - b = - (a + b)
contoh : -55 - 25 = - (55 + 25) = 80

c.       Model -a - (-b) = -a + b = b - a, jika b > a
contoh : -22 - (-41) = -22 + 41 = 41 - 22 = 17
d.      Model -a - (-b) = -a + b = - (a - b), jika a > b
contoh :
-43 – (-13) = -43 + 13 = - (43 - 13) = 30


1.      Perkalian bilangan bulat
1.1    Sifat-sifat perkalian bilangan bulat :
1.1.1     Bersifat tertutup:  Jika a dan  b adalah bilangan bulat, maka a × b akan menghasilkan bilangan bulat juga.
1.1.2     Sifat komutatif : a × b = b × a
1.1.3     Unsur identitas perkalian adalah 1 : Jika adalah bilangan bulat dikalikan dengan 1 maka hasilnya adalah bilangan itu sendiri. a × 1 = a
1.1.4     Perkalian dengan nol, Jika a adalah bilangan bulat dan dikalikan dengan "0", maka hasilnya adalah "0". a × 0 = 0
1.1.5     Sifat Assosoatif : a × (b × c) = (a × b) × c
1.1.6     Sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan, a × (b + c) = (a × b) + (a × c)
1.1.7     Sifat distributif perkalian terhadap pengurangan, a × (b - c) = (a × b) - (a × c)


1.2    Sifat-sifat Pembagian Bilangan Bulat
1.2.1     Bersifat Terbuka : Jika a dan  b adalah bilangan bulat, maka a : b belum tentu menghasilkan bilangan bulat.
1.2.2     Unsur identitas : Jika adalah bilangan bulat dibagi dengan 1 maka hasilnya adalah bilangan itu sendiri.
             1.2.3  Pembagian pada bilangan bulat tidak memiliki sifat komutatif dan sifat asosiatif.

Pola Perkalian dan Pola Pembagian Bilangan Bulat

(+)   x (+)   = (+)
(+)   x (–)   = (–)
(–)   x  (+)   = (–)
(–)   x (–)   = (+)
(+)   :   (+)   = (+)
(+)   :   (–)   = (–)
(–)   :   (+)   = (–)
(–)   :   (–)   = (+)


Apabila dalam suatu operasi hitung campuran bilangan bulat tidak terdapat tanda kurung, pengerjaannya berdasarkan sifat-sifat operasi hitung berikut.
a.       Operasi penjumlahan (+) dan pengurangan (–) sama kuat, artinya operasi yang terletak di sebelah kiri dikerjakan terlebih dahulu.
b.      Operasi perkalian ( x ) dan pembagian ( : ) sama kuat artinya operasi yang terletak di sebelah kiri dikerjakan terlebih dahulu.
Operasi perkalian ( x ) dan pembagian ( : ) lebih kuat daripada operasi penjumlahan (+) dan pengurangan (–), artinya operasi perkalian ( x ) dan pembagian (:) dikerjakan terlebih dahulu daripada operasi penjumlahan (+) dan pengurangan (–). 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Persentil, Percentil Ranks, dan Interpolasi

Materi dan Pembahasan Klasifikasi aksioma

Penjelasan Metode Subtitusi dan Eliminasi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel