MATERI LOGIKA ELEMENTER: Pengertian Logika
Segala tingkah laku manusia sehari-hari, selalu dilandasi oleh akal budi dan
pikiranya. Sehingga manusia dijuluki sebagai animal rasionalis,
yaitu makhluk hidup yang
mampu mengadakan pertimbangan.
Sedangkan akal budi atau pikiran manusia,
mengendalikan segala gerak hidup, dengan jasmani sebagai kendaraannya. Oleh karena itu pandai berpikir perlu bagi manusia.
Logika berasal dari
kata benda logos yang berarti pikiran
atau
akal budi, dan ratio
berarti pertimbangan. Sehingga logika dapat diartikan sebagai ilmu tentang bagaimana
seharusnya kita berpikir
untuk menghasilkan pertimbangan yang masuk akal (valid). Berpikir adalah suatu kegiatan jiwa untuk mencapai suatu pengetahuan.
Pengetahuan adalah hal yang kita ketahui. Mengetahui adalah
suatu
keyakinan tentang adanya persesuaian antara gagasan dan kenyataan atau realita. Gagasan adalah hasil dari olah
pikir dan kenyataan adalah hasil dari tanggapan, baik tanggapan lewat panca indra
(kenyataan indrawi yang bersifat konkrit) maupun tanggapan lewat renungan (kenyataan ideal
yang bersifat abstrak).
Jelaslah
bahwa gagasan merupakan sumber
pengetahuan, pengetahuan yang dicapai lewat persesuaian antara gagasan dan pengamatan atau persepsi,
baik persepsi ekstern maupun persepsi
intern (instrospeksi) dinamakan pengetahuan langsung.
Sedangkan pengetahuan
yang dicapai lewat kesimpulan, atau konklusi, lewat kesaksian atau lewat otoritas dinamakan pengetahuan tidak langsung.
Himpunan pengetahuan yang tersusun secara sitematik disebut ilmu atau sain.
Karena logika tidak menggambarkan
bagaimana proses berpikir, tetapi bagaimana seharusnya cara berpikir, maka logika termasuk ilmu normatif.
Disamping logika itu suatu ilmu sebenarnya logika juga sesuatu
seni atau art. Dalam hal ini yang dimaksud seni adalah cara kerja menggunakan pengetahuan
Jadi logika itu adalah suatu ilmu dan sekaligus
suatu seni, bahkan ada yang
menyebutnya logika itu sebagai ilmunya ilmu (scientia
scientarium) seninya seni (art
artium). Secara umum logika
adalah ilmu tentang bagaimana seharusnya kita berpikir
untuk menghasilkan pertimbangan
yang masuk akal (valid).
Sekarang akan kita tinjau kaitan antara logika dengan matematika.
Matematika sebagai ilmu tentang cara mempelajari pengetahuan. Sebelum melihat kaitan
antara logika dan matematika lebih jauh, kita perhatikan petikan yang dikatakan oleh Bertrand
Russell
“Sekarang nampak bahwa matematika bersifat semakin
logik dan logika semakin
matematik. Dalam alam modern ini pengembangannya semakin membulat hingga
sukar untuk dipisahkan atau dibedakan.
Perbedannya seperti antara pemuda dan
jantan. Logika merupakan
kepemudaan
dari
matematika dan matematika
merupakan kejantanan dari logika. Semua konsep matematika
dirumuskan atas dasar konsep logika, semua perumusan
matematika dikembangkan sebagai rumusan logika”.
Teori matematika dihasilkan dari kerjasama
antara himpunan aksioma,
dan logika. Himpunan aksioma merupakan basis yang mengawali teori, sedangkan
logika menyusun, menurunkan dan mengembangkan susunan teori keseluruhan. Dalam kedudukannya
sebagai cara berpikir dan belajar,
matematika dan logika diperlukan bagi berbagai ilmu pengetahuan. Hampir
semua ilmu pengetahuan telah mengambil manfaatnya sebagai alat terutama ilmu pengetahuan alam dan teknologi. Terapan secara khusus pada ilmu-ilmu
lain mengahasilkan pendekatan secara khusus. Pendekatan matematika diantaranya ekonometrika, biometrika, psikometrika, jurimetrika. Perlu disadari bahwa kehidupan semakin kompleks, sebagai akibat komunikasi antar bangsa semakin akrab, kemajuan
dalam segala bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta akibat yang ditimbulkan
semakin mencekam kehidupan.
Segala macam sistem kehidupan serta komponen-komponennya saling berkaitan dan bergantungan sehingga diperlukan
alat pemecahan yang semakin universal.
Komputerisasi merupakan salah satu jawaban
untuk memecahkan persoalan yang timbul pada awal
abad
ini.
Hal
ini
juga
merupakan salah satu ide matematika
dalam
menyelesaikan masalah yang sedemikian kompleks dan cepat berubah.
Istilah logika
yang digunakan dalam buku
ini
adalah
logika matematika.
Penggunaan logika matematika ini atas dasar suatu pendekatan mempermasalahkan
logika secara matematika.
Beberapa penulis mengunakan istilah
logika simbolik, karena penyajiannya menggunakan
simbol-simbol. Pada akhir-akhir ini banyak
penelitian mengenai “Fuzy Logic” atau logika
kabur.
Orang yang mula-mula mengembangkan logika adalah filosof
Aristoteles (400 SM). Selanjutnya logika simbolik dikembangkan
oleh Leibniz (1646 – 1716), sehingga logika makin banyak dipelajari oleh matematikawan daripada filosof. Pada abad XIX George Boole (1815 – 1864) menerbitkan buku “Laws of Thought”
yang memuat logika sebagi
sistem matematika yang
abstrak. Disamping itu masih banyak lagi tokoh-tokoh pendukung
perkembangan logika matematika diantaranya, Leonard Euler (1707 – 1783), John Venn (1834
– 1923), dan Bertrand Russel
(1872 – 1970).
Komentar
Posting Komentar