Materi dan pembahasan tentang Deduktif Aksiomatik
Deduktif-Aksiomatik.
Matematika
sebagai ilmu
sifat-sifat atau prinsip-prinsipnya dibentuk atau
ditemukan melalui pola pikir deduktif ataupun induktif. Dengan kata lain sifat-sifat
atau prinsip-prinsip matematika ada yang ditemukan melalui pengalaman lapangan ada pula yang tanpa pengalaman lapangan ataupun malah intuitif (Soedjadi, 1994).
Namun setelah prinsip atau sifat tertentu berada dalam suatu sistem atau struktur, maka harus
dapat
dibuktikan secara deduktif. Dalam semua penalaran deduktif, kesimpulan yang ditarik merupakan akibat logik dari alasan-alasan
yang
bersifat umum menjadi bersifat khusus. Penerapan cara
berpikir logik
ini akan menghasilkan
suatu teorema-teorema,
yang selanjutnya
dapat diterapkan dalam
menyelesaikan
masalah- masalah baik dalam matematika maupun diluar matematika.
Contoh (diambil
dari Soedjadi)
Mula-mula diamati dua buah garis sejajar g dan h, dan titik A, B, dan C pada garis
g sedangkan titik P, Q, dan R pada garis h. kemudian masing-masing titik dihubungkan
oleh garis lain. Ternyata tampak ada tiga titik potong garis-garis hubung itu terletak pada
sebuah garis, yaitu x, y dan z. Bagaimana jika kedua garis g dan h tidak sejajar?
Bagaimana jika garis g dan h tidak lurus? Bagaimana jika kedua garis itu merupakan bagian dari sebuah lingkaran? Ternyata selalu ditemukan titik X, Y, dan Z yang segaris.
Selanjutnya temuan itu harus dapat dibuktikan kebenarannya
menggunakan kesepakatan-kesepakatan
atau sifat-sifat yang sudah ada. Jadi pada akhirnya haruslah digunakan pola pikir deduktif.
Secara
skematis
kemungkinan temuan
beberapa prinsip
matematika
adalah sebagai
berikut:
Sedangkan bila ditinjau dari sistemnya sendiri
matematika merupakan
sistem aksiomatik. Karena itu metodenya aksiomatik, yaitu terdiri dari sekumpulan pernyataan dasar
yang kosong dari arti. Karena itu kita tidak bisa mengatakan benar atau salahnya
jika pernyataan itu
masih kosong dari arti.
Pernyataan-pernyataan dasar itu disebut aksioma. Aksioma-aksioma
tersebut merupakan kesepa-katan belaka, yaitu menyatakan
sifat-sifat dan relasi-relasi yang merupakan terminologi
kosong dari arti yang kita sepakati berlaku.
Aksioma sebagai landasan matematika itu
dapat diperoleh dari dunia nyata/alam
sekitar sebagai sumber inspirasi,
yang kemudian diabstraksikan
dan digeneralisasikan dengan menggunakan simbul-simbul. Dengan menggunakan bahasa matematika yang penalaranya deduktif, diperoleh teorema yang kemudian dikembangkan menjadi
teorema- teorema yang pada akhirnya dapat diaplikasikan ke ilmu-ilmu lain yang bermanfaat untuk kehidupan nyata.
Komentar
Posting Komentar